Postingan

Cara Menhilangkan Bau Mulut

                           Menghilangkan Bau Mulut Dengan Makanan | Bau napas yang tidak sedap bisa dipicu oleh berbagai faktor, salah satunya dari makanan. Makanan tak hanya bisa menyebabkan bau mulut, tetapi juga bisa membantu menghilangkan bau tersebut. Makanan apa saja yang bisa memerangi bau mulut? Bau mulut atau halitosis, disebabkan oleh berbagai alasan antara lain makan makanan tertentu, merokok, penyakit gusi, mulut kering dan bakteri mulut. Selain menyikat gigi dan mengunjungi dokter gigi secara teratur, ada makanan yang dapat Anda makan untuk memerangi bau mulut. Berikut beberapa makanan penghilang bau mulut, seperti dilansir Livestrong: 1. Apel Apel adalah salah satu makanan terbaik yang dapat memerangi bau mulut. Tekstur apel yang keras membantu menghilangkan kehilangan plak di gigi. Karena mulut kering menyebabkan bau mulut, air dari bua...

7 orang sukses Ind tanpa ijasah

Gambar
1. Andy F. Noya PimRed Metro TV ini belum lulus sarjana… Satu hal yang menarik, Andy sebenarnya adalah orang teknik. Sejak lulus SD Sang Timur di Malang, Jawa Timur, pria kelahiran Surabaya ini sekolah di Sekolah Teknik Jayapura lalu melanjutkan ke STM Jayapura. “Tetapi sejak kecil saya merasa jatuh cinta pada dunia tulis menulis. Kemampuan menggambar kartun dan karikatur semakin membuat saya memilih dunia tulis menulis sebagai jalan hidup saya,” tutur Andy. 2. Adam Malik Ternyata orang yg dikabarkan Agen CIA ini ternyata gak pernah ngenyam bangku sekolah. 3. M. H. Ainun Najib Emha Ainun Nadjib hanya tiga bulan kuliah, Pendidikan formalnya hanya berakhir di Semester 1 Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebelumnya dia pernah ‘diusir’ dari Pondok Modern Gontor Ponorogo karena melakukan ‘demo’ melawan pemerintah pada pertengahan tahun ketiga studinya, kemudian pindah ke Yogya dan tamat SMA Muhammadiyah I. Selebihnya Beliau jadi pengembara ilmu di luar sekolah...

Penumpang Kereta Tewas Kesetrum Listrik

Gambar
Penumpang Kereta  Tewas Kesetrum Listrik Istimewa lustrasi Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Qodir TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang penumpang Kereta 883 Patas Merak yang duduk di atap, meninggal setelah terkena sengatan listrik aliran atas, di Stasiun Palmerah, Kelurahan Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (7/11/2011) sekira pukul 19.00 WIB. Noval, penumpang yang masih remaja, diperkirakan berusia 17 tahun, sempat dibawa ke RS Angkatan Laut Mintoharjo, Bendungan Hilir, namun nyawanya tidak tertolong lagi. "Penumpang ini belum memiliki KTP. Dari keterangan kawannya, dia tinggal di Tangerang," kata Kepala Humas PT KAI Daop 1, Mateta Rijalulhaq, sebagaimana dilansir situs Polda Metro Jaya. Korban diketahui juga tidak memiliki karcis saat menumpang kereta dari Merak jurusan Tanah Abang itu. Petugas Polsek Metro Tanah Abang yang datang ke lokasi dan ke RS Mintoharjo memeriksa kondisi korban menduga korban yang akan turun dar...

Hubungan Gelap Syiah Dengan Zionis Israel

Hubungan Gelap Syiah Dengan Zionis Israe l Rabu, 15/06/2011 17:16 WIB | Arsip | Cetak   Kirim Pertanyaan Assalamualaikum Uztad yang dirahmati Allah SWT. Ada beberapa pertanyaan yang selalu mengganggu pikiran saya. Kiranya Uztad bisa membuka pikiran saya. Berbicara tentang Islam, secara garis besar Islam dibagi menjadi 2 (seharusnya tetap 1 sampai kiamat), Sunni dan syiah. Dan dari banyak artikel dan sumber yang saya baca, termasuk dari eramuslim.com, syiah merupakan aliran produk yahudi la'natullah. Dan akhirnya timbul beberapa pertanyaan dalam benak saya, 1. Bagaimana kita menyikapi mereka? Haruskah kita perlakukan layaknya kafir sementara mereka juga mengakui Allah sebagai Tuhan, dan Rasulullah Muhammad sebagai utusan Allah? 2. Kalau memang aliran syiah berasal dari yahudi, mengapa justru dimasa sekarang ini Iran yang Syiah menjadi musuh babuyutan bagi Yahudi? 3. Apa sebenarnya hubungan yang terjalin antara Syiah dan Yahudi dimasa sekarang ini (kalau memang a...

Islam Hanya Akan Tegak Dengan Dakwah dan Jihad

Islam Hanya Akan Tegak Dengan Dakwah dan Jiha d   Kamis, 29/09/2011 16:50 WIB | Arsip | Cetak Sungguh sebuah pengalaman berhar g a ketika kami menjenguk Ustadz Abu. Dari ustadz Abu, kita banyak belajar bagaimana mempertahankan prinsip ditengah zaman penuh fitnah ini. Bahwa kebenaran tidak boleh dicampur dengan kebathilan. “Kita tidak boleh sekali-kali berkompromi dengan kemusyrikan untuk menegakkan Islam.” Pesan Ustadz yang pernah terpilih menjadi Ketua Gerakan Pemuda Islam tahun 1961 ini. Menurut Ustadz Abu, semakin banyak ormas Islam dan Partai Islam masuk ke parlemen tidak akan membawa manfaat bagi kejayaan Islam. Parlemen bukanlah media yang tepat sebagai sarana meneggakkan agama Allah di muka bumi ini. Kenyataannya, berjalannya transisi demokrasi pasca reformasi tidak lantas membuat Islam bangun dari tidur panjangnya. “Memang menurut saudara menegakkan Islam lewat parlemen bisa?” tanya tahanan Mabes Polri ini kepada kami semua. “Semakin hari umat semakin bany...

Ancaman Partai Kleptokrat Sejati

Gambar
               Ancaman Partai Kleptokrat Sejati Kamis, 22/09/2011 10:02 WIB | Arsip | Cetak   Barangkali yang masih mempunyai mimpi akan datangnya kehidupan yang lebih baik, melalui perjuangan partai politik, sudah harus dipupus dan dibuang jauh-jauh. Justru adanya partai politik menjadi ancaman masa depan Indonesia. Semakin carut-marut. Korupsi semakin meluas dan mengarah kepada berkbembangnya ideologi "kleptokrat" (maling) di seluruh lapisan kehidupan. Sejatinya ideologi negara Indonesia itu, bukan Pancasila, tetapi "Kleptokratisne" alias "Malingisme", yang sekarang sudah menjadi aqidah semua kelompok dan golongan. Ekskutif, legislatif, dan yudikatif. Lembaga-lembaga penegak hukum, lumpuh, dan berhasil dilumpuhkan golongan "Klekptokrat", yang sekarang ini sudah menjadi kekuatan politik baru di Indonesia. Bukan hanya itu kalangan agamawan, juga tersusupi "Kleptokratisme". Kasus Nazaruddin sepert...

YAHUDI TIDAK SUKA INDONESIA BERSATU

Gambar
Mengapa Yahudi Tidak Suka Indonesia dan Malaysia Bersatu? Indonesia tidak akan menoleransi tindakan negara lain yang mengancam kedaulatan, termasuk menggeser tapal batas. ”Tidak ada kompromi soal kedaulatan,” kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, Selasa (11/10/2011). Hubungan Indonesia kembali memanas. Setelah kian kali, dua Negara serumpun-seakidah ini kembali diributkan persoalan nasionalisme yang sama sekali tidak diajarkan ulama-ulama Melayu tempo dulu. Kasusnya sederhana, namun luar biasa bagi kaum nasionalis, yakni permasalahan tapal batas Camar Bulan di Sambas yang diduga telah dicaplok Malaysia. Kita harus membuka mata bahwa konflik antara Malaysia dan Indonesia ini tidak terjadi dengan sendirinya. Ada unsur-unsur pemicu layaknya api yang menimbulkan asap besar. Pertanyaannya siapakah pemantik api itu? Umat Muslim? Bukan, karena kita hanya korban. Pakar Melayu Prof. Dr. Dato’ Nik Anuar Nik Mahmud dari Institut Alam dan Tamadun Melayu, Universiti Kebangsaan Malay...